{"id":324,"date":"2015-06-29T15:53:46","date_gmt":"2015-06-29T08:53:46","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost\/n\/?p=324"},"modified":"2020-02-19T08:55:23","modified_gmt":"2020-02-19T01:55:23","slug":"amerika-merahasiakan-obat-kanker-selama-bertahun2-10-000-x-lipat-dari-kemo-terapy","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sma2banguntapan.sch.id\/n\/?p=324","title":{"rendered":"AMERIKA MERAHASIAKAN OBAT KANKER SELAMA BERTAHUN2 10.000 X LIPAT DARI KEMO TERAPY."},"content":{"rendered":"<p>OBAT TERSEBUT ADA DISEKITAR KITA.<\/p>\n<p>Selama ini kita tahu bahwa kanker hanya bisa<br \/>\ndiobati dengan terapi kemo. Namun tampaknya<br \/>\npersepsi ini harus dihapus dan dibuang sejauh-<br \/>\njauhnya.<br \/>\nKenapa? Karena sebenarnya ada obat alami<br \/>\nuntuk membunuh sel kanker yang kekuatannya<br \/>\nSEPULUH RIBU KALI LIPAT lebih ampuh<br \/>\ndibanding terapi kemo. Obat alami ini adalah<br \/>\nbuah yang familiar dengan orang Indonesia.<br \/>\nBuah Sirsak dan Daun Sirsak<br \/>\nTapi, Mengapa Kita Tidak Tahu?<br \/>\nKarena salah satu perusahaan dunia<br \/>\nmerahasiakan penemuan riset mengenai hal ini<br \/>\nserapat-rapatnya, mereka ingin dana riset yang di<br \/>\nkeluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun,<br \/>\ndapat kembali lebih dulu plus keuntungan<br \/>\nberlimpah dengan cara membuat pohon Graviola<br \/>\nSintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya di<br \/>\njual ke pasar dunia.<br \/>\nMemprihatinkan, beberapa orang meninggal sia-<br \/>\nsia, mengenaskan, karena keganasan kanker,<br \/>\nsedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat<br \/>\ndengan omzet milyaran dollar menutup rapat-<br \/>\nrapat rahasia keajaiban pohon ini.<br \/>\nPohonnya pendek, di brazil dinamai \u201cGraviola\u201d , di<br \/>\nSpanyol \u201cGuanabana\u201d bahasa inggrisnya<br \/>\n\u201csoursop\u201d . Di Indonesia, ya buah sirsak. Buahnya<br \/>\nberduri lunak, daging buah berwarna putih,<br \/>\nrasanya manis-kecut\/asam, dimakan dengan cara<br \/>\nmembuka kulitnya atau di buat jus.<br \/>\nKhasiat dari buah sirsak ini memberikan effek<br \/>\nanti tumor atau kanker yang sangat kuat, dan<br \/>\nterbukti secara medis menyembuhkan segala jenis<br \/>\nkanker. Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak<br \/>\njuga berfungsi sebagai anti bakteri, anti jamur<br \/>\n(fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit<br \/>\natau cacing, menurunkan tekanan darah tinggi,<br \/>\ndepresi, stress, dan menormalkan kembali system<br \/>\nsyaraf yang kurang baik.<br \/>\nSalah satu contoh betapa pentingnya keberadaan<br \/>\nHealth Science Institute bagi masyarakat Amerika<br \/>\nadalah institute ini membuka tabir rahasia buah<br \/>\najaib ini. Fakta yang mencengangkan adalah: jauh<br \/>\ndipedalaman hutan amazon, tumbuh \u201cpohon<br \/>\najaib\u201d, yang akan merubah cara berpikir anda,<br \/>\ndokter anda, dan dunia mengenai proses<br \/>\npenyembuhan kanker dan harapan untuk bertahan<br \/>\nhidup. Tidak ada yang bisa menjanjikan lebih dari<br \/>\nhal ini, untuk masa-masa yang akan datang.<br \/>\nRiset Membuktikan \u201cPohon Ajaib\u201d dan Buahnya<br \/>\nIni Mampu:<br \/>\nMenyerang sel kanker dengan aman dan efektif<br \/>\nsecara alami, tanpa rasa mual, berat badan<br \/>\nturun, ataupun rambut rontok, seperti yang<br \/>\nterjadi pada terapi kemo.<br \/>\nMelindungi sistim kekebalan tubuh dan<br \/>\nmencegah dari infeksi yang mematikan.<br \/>\nPasien merasakan lebih kuat, lebih sehat<br \/>\nselama proses perawatan atau penyembuhan.<br \/>\nEnergi meningkat dan penampilan fisik<br \/>\nmembaik.<br \/>\nSumber berita sangat mengejutkan ini berasal<br \/>\ndari salah satu pabrik obat terbesar di Amerika.<br \/>\nBuah Graviola di-test di lebih dari 20<br \/>\nLaboratorium, sejak tahun 1970-an sampai<br \/>\nbeberapa tahun berikutnya. Hasil test dari ekstrak<br \/>\n(sari) buah ini adalah<br \/>\nSecara efektif memilih target dan membunuh<br \/>\nsel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda,<br \/>\ndiantaranya kanker : Usus Besar, Payu Dara,<br \/>\nProstat, Paru2, dan Pankreas.<br \/>\nDaya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam<br \/>\nmemperlambat pertumbuhan sel kanker<br \/>\ndibandingkan dengan Adriamicin dan Terapi<br \/>\nKemo yang biasa di gunakan.<br \/>\nTidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara<br \/>\nselektif hanya memburu dan membunuh sel2<br \/>\njahat dan TIDAK membahayakan\/ membunuh<br \/>\nsel-sel sehat.<br \/>\nRiset telah di lakukan secara ekstensive pada<br \/>\npohon \u201cajaib\u201d ini, selama bertahun-tahun tapi<br \/>\nkenapa kita tidak tahu apa2 mengenai hal ini?<br \/>\nKarena begitu mudah kesehatan kita, kehidupan<br \/>\nkita, dikendalikan oleh yang memiliki uang dan<br \/>\nkekuasaan.<br \/>\nSalah satu perusahaan obat terbesar di Amerika<br \/>\ndengan omzet milyaran dollar melakukan riset<br \/>\nluar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh<br \/>\ndihutan Amazon ini. Ternyata beberapa bagian<br \/>\ndari pohon ini, yakni kulit, akar, daun, daging<br \/>\nbuah dan bijinya selama berabad-abad menjadi<br \/>\nobat bagi suku Indian di Amerika selatan untuk<br \/>\nmenyembuhkan sakit jantung, asma, masalah<br \/>\nliver (hati) dan reumatik.<br \/>\nDengan bukti-bukti ilmiah yang minim,<br \/>\nperusahaan mengucurkan dana dan sumber daya<br \/>\nmanusia yang sangat besar guna melakukan riset<br \/>\ndan aneka test. Hasilnya sangat mencengangkan.<br \/>\nGraviola secara ilmiah terbukti sebagai mesin<br \/>\npembunuh sel kanker.<br \/>\nTapi\u2026 kisah Graviola hampir berakhir disini.<br \/>\nMengapa? Dibawah undang-undang federal<br \/>\nsumber bahan alami untuk obat DILARANG\/<br \/>\nTIDAK BISA dipatenkan.<br \/>\nPerusahaan menghadapi masalah besar,<br \/>\nberusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat<br \/>\nbesar untuk membuat sinthesa (kloning) dari<br \/>\nGraviola ini agar bisa di patenkan sehingga dana<br \/>\nyang di keluarkan untuk riset dan aneka test bisa<br \/>\nkembali, dan bahkan meraup keuntungan besar.<br \/>\nTapi usaha ini tidak berhasil. Graviola tidak dapat<br \/>\ndi-kloning. Perusahaan gigt jari setelah<br \/>\nmengeluarkan dana milyaran dollar untuk riset<br \/>\ndan aneka test.<br \/>\nKetika mimpi untuk mendapatkan keuntungan<br \/>\nlebih besar berangsur-angsur memudar, kegiatan<br \/>\nriset dan test juga berhenti. Lebih parah lagi,<br \/>\nperusahaan menutup proyek ini dan memutuskan<br \/>\nuntuk TIDAK mempublikasikan hasil riset ini.<br \/>\nBeruntunglah, ada salah seorang ilmuwan dari<br \/>\ntim riset yang tidak tega melihat kekejaman ini<br \/>\nterjadi. Dengan mengorbankan karirnya, ia<br \/>\nmenghubungi sebuah perusahaan yang biasa<br \/>\nmengupulkan bahan-bahan alami dari hutan<br \/>\namazon untuk pembuatan obat.<br \/>\nKetika para pakar riset dari Health Science<br \/>\nInstitute mendengar berita keajaiban Graviola,<br \/>\nmereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat<br \/>\nmengejutkan. Graviola terbukti sebagai pohon<br \/>\npembunuh sel kanker yang efektif.<br \/>\nThe National Cancer Institute mulai melakukan<br \/>\nriset ilmiah yang pertama pada tahun 1976.<br \/>\nhasilnya membuktikan bahwa daun dan batang<br \/>\nkayu Graviola mampu menyerang dan<br \/>\nmenghancurkan sel2 jahat kanker. Sayangnya<br \/>\nhasil ini hanya untuk keperluan intern dan tidak di<br \/>\npublikasikan.<br \/>\nSejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai<br \/>\npembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji<br \/>\ncoba yang di lakukan leh 20 Laboratorium<br \/>\nIndependen yang berbeda.<br \/>\nSuatu studi yang di publikasikan oleh The Journal<br \/>\nof Natural Product s meyatakan bahwa studi yang<br \/>\ndilakukan oleh Catholic University di korea<br \/>\nselatan, menyebutkan bahwa salah satu unsur<br \/>\nkimia yang terkandung di dalam Graviola, mampu<br \/>\nmemilih, membedakan dan membunuh sel kanker<br \/>\nUsus Besar dengan 10.000 kali lebih kuat<br \/>\ndibandingkan dengan adriamicin dan Terapi<br \/>\nKemo.<br \/>\nPenemuan yang paling mencolok dari study<br \/>\nCatholic University ini adalah Graviola bisa<br \/>\nmenyeleksi memilih dan membunuh hanya sel<br \/>\njahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak<br \/>\ntersentuh ataupun terganggu. Graviola tidak<br \/>\nseperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan<br \/>\nsel kanker dan sel sehat, maka sel-sel reproduksi<br \/>\n(seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh<br \/>\nterapi kemo, sehingga timbul efek negatif seperti<br \/>\nrasa mual dan rambut rontok.<br \/>\nSebuah studi di Purdue University membuktikan<br \/>\nbahwa daun Graviola mampu membunuh sel<br \/>\nkanker secara efektif, terutama sel kanker prostat,<br \/>\npankreas, dan paru-paru.<br \/>\nSetelah selama kurang lebih dari 7 tahun tidak<br \/>\nada berita mengenai Graviola, akhirnya berita<br \/>\nkeajaiban ini ditemukan juga, melalui informasi<br \/>\ndari lembaga-lembaga tersebut di atas. Pasokan<br \/>\nterbatas ekstrak Graviola yang di budidayakan<br \/>\ndan di panen oleh orang-orang pribumi Brazil, kini<br \/>\nbisa di peroleh di Amerika.<br \/>\nSirsak mempunyai manfaat yang sangat besar<br \/>\ndalam pencegahan dan penyembuhan penyakit<br \/>\nkanker. Daun sirsak ini katanya sifatnya seperti<br \/>\nkemoterapi, bahkan lebih hebat lagi karena daun<br \/>\nsirsak hanya membunuh sel sel yang tumbuh<br \/>\nabnormal dan membiarkan sel sel yang tumbuh<br \/>\nnormal. Sedangkan kemoterapi masih ada efek<br \/>\nmembunuh sebagian sel sel yang normal.<br \/>\nSekarang anda tahu manfaat buah sirsak yang<br \/>\nluar biasa ini. Rasanya manis2 kecut<br \/>\nmenyegarkan. Buah alami 100% tanpa efek<br \/>\nsamping apapun<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>OBAT TERSEBUT ADA DISEKITAR KITA. Selama ini kita tahu bahwa kanker hanya bisa diobati dengan terapi kemo. Namun tampaknya persepsi ini harus dihapus dan dibuang sejauh- jauhnya. Kenapa? Karena sebenarnya ada obat alami untuk membunuh sel kanker yang kekuatannya SEPULUH <a href=\"https:\/\/sma2banguntapan.sch.id\/n\/?p=324\" class=\"read-more\">Read More &#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":325,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"post_folder":[],"class_list":["post-324","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lain-lain"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sma2banguntapan.sch.id\/n\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/324","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sma2banguntapan.sch.id\/n\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sma2banguntapan.sch.id\/n\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sma2banguntapan.sch.id\/n\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sma2banguntapan.sch.id\/n\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=324"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sma2banguntapan.sch.id\/n\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/324\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":326,"href":"https:\/\/sma2banguntapan.sch.id\/n\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/324\/revisions\/326"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sma2banguntapan.sch.id\/n\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/325"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sma2banguntapan.sch.id\/n\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=324"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sma2banguntapan.sch.id\/n\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=324"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sma2banguntapan.sch.id\/n\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=324"},{"taxonomy":"post_folder","embeddable":true,"href":"https:\/\/sma2banguntapan.sch.id\/n\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fpost_folder&post=324"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}